Banyak cara untuk menurunkan berat badan. Mulai dari olahraga teratur, makan banyak protein, atau mengurangi asupan lemak. Postingan diet-sehat-aman.blogspot.com kali ini akan mencoba men-share diet dengan mengurangi atau setidaknya menyeimbangkan asupan kalori yang keluar dengan yang masuk ke dalam tubuh. Diet berbagai macam cara adalah upaya seseorang untuk mendapatkan bentuk tubuh yang baik menurut penglihatan orang pada umumnya. Memilih-milih menu makanan serta menguranginya adalah cara yang menyiksa bagi tubuh. Umumnya kita tidak menyadari kondisi tubuh kita sendiri. Harapan untuk memiliki tubuh indah sering kali tidak di dibarengi dengan harapan memiliki tubuh yang sehat. Padahal ini yang justru jauh lebih penting.
Menurut ahli gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) USU Ernawati Nasution, SKm MKes banyak sekali manfaat menjaga berat badan ideal sepanjang hidup kita. Secara kasat mata, berat badan ideal sudah tentu membuat penampilan jauh lebih menarik. Tapi yang juga penting, berat badan ideal mengurangi risiko terkena penyakit. Ya, kelebihan berat memang lebih mudah ‘mengundang’ berbagai macam penyakit seperti gangguan pernapasan, jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes, stroke serta gangguan hormonal. Menentukan ideal (dan tentu saja sehat), tak cukup hanya dengan berdiri di depan cermin.
Pernahkah kita menghitung asupan kalori makanan yang kita pasok ke dalam tubuh kita perhari? Ternyata cara ini mampu membantu untuk mengurangi berat badan tubuh kita. Ernawati Nasution, SKm. MKes yang juga dosen di Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat USU ini menjelaskan cara ini mampu mengurangi berat badan tubuh kita yang berlebihan.
Kalori ialah unit ukuran untuk tenaga. Setiap orang memerlukan tenaga untuk hidup. Kita mendapat tenaga dari lemak, protein dan karbohidrat yang diperoleh dari makanan yang dapat kita jumpai sehari-hari. Asupan kalori yang berada dalam tubuh kita jika tidak habis di bakar dalam proses tubuh, maka akan menjadi lemak dan menyebabkan kegemukan. Bila terlalu banyak mengonsumsi kalori dalam sehari akan meningkatkan berat badan dan risiko kegemukan. Sebagai patokan, bila tercantum 40 kalori maka tergolong rendah. 100 tergolong sedang, dan 400 adalah tinggi.
Cara menghitung asupan kalori yang akan kita konsumsi berbeda pada tiap-tiap jenis orang. Umumnya orang dewasa normal dalam sehari asupan kalorinya mencapai 2200 kalori, dengan aktivitas seharian cukup tinggi. Ukuran tinggi badan dan berat badan menjadi patokan untuk mengukur apakah kita memiliki tubuh kekurangan, normal dan kelebihan berat badan yang di sebut Indeks Masa Tubuh (IMT).
Ernawati Nasution, menjelaskan kita dapat mengukur sendiri IMT dengan menggunakan rumus sederhana. IMT = Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm)/100)*2.
Menurut ahli gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) USU Ernawati Nasution, SKm MKes banyak sekali manfaat menjaga berat badan ideal sepanjang hidup kita. Secara kasat mata, berat badan ideal sudah tentu membuat penampilan jauh lebih menarik. Tapi yang juga penting, berat badan ideal mengurangi risiko terkena penyakit. Ya, kelebihan berat memang lebih mudah ‘mengundang’ berbagai macam penyakit seperti gangguan pernapasan, jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes, stroke serta gangguan hormonal. Menentukan ideal (dan tentu saja sehat), tak cukup hanya dengan berdiri di depan cermin.
Pernahkah kita menghitung asupan kalori makanan yang kita pasok ke dalam tubuh kita perhari? Ternyata cara ini mampu membantu untuk mengurangi berat badan tubuh kita. Ernawati Nasution, SKm. MKes yang juga dosen di Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat USU ini menjelaskan cara ini mampu mengurangi berat badan tubuh kita yang berlebihan.
Kalori ialah unit ukuran untuk tenaga. Setiap orang memerlukan tenaga untuk hidup. Kita mendapat tenaga dari lemak, protein dan karbohidrat yang diperoleh dari makanan yang dapat kita jumpai sehari-hari. Asupan kalori yang berada dalam tubuh kita jika tidak habis di bakar dalam proses tubuh, maka akan menjadi lemak dan menyebabkan kegemukan. Bila terlalu banyak mengonsumsi kalori dalam sehari akan meningkatkan berat badan dan risiko kegemukan. Sebagai patokan, bila tercantum 40 kalori maka tergolong rendah. 100 tergolong sedang, dan 400 adalah tinggi.
Cara menghitung asupan kalori yang akan kita konsumsi berbeda pada tiap-tiap jenis orang. Umumnya orang dewasa normal dalam sehari asupan kalorinya mencapai 2200 kalori, dengan aktivitas seharian cukup tinggi. Ukuran tinggi badan dan berat badan menjadi patokan untuk mengukur apakah kita memiliki tubuh kekurangan, normal dan kelebihan berat badan yang di sebut Indeks Masa Tubuh (IMT).
Ernawati Nasution, menjelaskan kita dapat mengukur sendiri IMT dengan menggunakan rumus sederhana. IMT = Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm)/100)*2.
![]() |
| Rumus IMT |
| Indeks IMT Indonesia |
Jadi, di kategori manakah berat badan Anda? Gemuk? Apa Anda akan melakukan diet sekarang? Tunggu dulu, coba lihat berapa besarkah asupan kalori anda perhari agar berat badan anda akan turun. Maka syaratnya adalah kurangi kalori sebanyak 500-1000 dibawah kebutuhan normal, maka penurunan berat badan ½ sampai 1 kg per minggu. Pengurangan kalori dilakukan dengan pengurangan karbohidrat dan lemak.
Bagaimana bisa? Cara kerjanya adalah asupan kalori dalam sehari adalah sumber tenaga. Dalam satu hari, jika orang dewasa asupan kalori normalnya adalah 2200 dengan beraktivitas lancar, maka 2200 tersebut akan terbakar menjadi tenaga. Dan jika asupan kalori nya diatas 2200 yang kontinyu serta tidak di barengi aktivitas gerak yang aktif, maka kalori yang ada tidak terbakar dengan baik dan itulah yang menimbulkan lemak dalam tubuh. Jika, orang yang meiliki berat badan berlebih mengurangi asupan kalorinya perhari dengan cara menghitung berapa kalori yang masuk dalam tubuh, maka kekurangan kalori yang lain akan terambil dari lemak yang tersimpan dalam tubuh.

terima kasih info blognya
BalasHapusptc indonesia 100% gratis...!!!
http://gratisuang2011.blogspot.com
http://gratisuang2011.blogspot.com
http://gratisuang2011.blogspot.com